PEMALAS JUGA BISA BERKARYA

Penulis : Muhammad Ibra Tarana

Di sini saya akan menceritakan pengalaman pertama saya pada saat belajar menulis. Dari dulu, aku orangnya memang jarang dan hampir tidak pernah mengerjakan tugas, beberapa kali tidak masuk kelas dan bandel. Kebiasaan itu dari Sekolah Dasar sampai sekarang. Di MTsN 2 Jember ini, saya mengikuti banyak ekskul seperti IPS Club, Albanjari, Paduan Suara, dan PBB. Saya juga mengikuti organisasi yaitu OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) dan Dewan Galang Pramuka. Di sela-sela kegiatan itu, saya masih mengikuti kegiatan riset atau Karya Ilmiah Remaja. Dari sinilah saya mulai suka menulis. Bahkan saya menjadikan riset ini sebagai hobi juga.

Hampir setiap hari, saya bertemu Bu Yuni dan saya disuruh mengikuti lomba menulis di Mediaguru. Sering kali saya mendengar kata untuk mengikuti lomba menulis itu ,tetapi ketika saya sudah semangat dan ingin mengikuti lomba menulis itu tiba-tiba saya malas lagi. Saya juga heran, mengapa rasa malas itu datang lagi. Selalu dan selalu seperti itu. Akhirnya saya bertekad bahwa mulai sekarang saya harus mengurangi waktu untuk melakukan kegiatan yang tidak penting ,dan mencoba untuk membagi waktu dan mulai mengerjakan tugas-tugas yang belum dikerjakan

Kebetulan saya mengikuti riset di bidang IPS Sosial Humaniora. Saya mengangkat judul tentang sampah, Awalnya saya bingung mengapa saya dipilih untuk mengikuti kegiatan riset. Tiba-tiba saya diajak untuk mengikuti workshop pengenalan riset dan terpilih menjadi Tim Riset IPS. Proposal ini di kerjakan oleh 2 orang yaitu saya dan teman saya yang bernama Akhdan. Saya mengerjakan proposal ini hampir 6 bulan. Sayang sekali di ajang lomba riset Myres (Madrasah Young Researchers) 2022 ini , proposal kami tidak lolos ke tahap kedua. Saya merasa tidak enak hati dengan pembimbing saya. Lalu, saya coba mengikuti Ekstrakulikuler KIR. Kebetulan baru-baru ini ada lomba KIR lagi dan saya coba mengikuti itu. Semoga saja di perlombaan KIR kali ini saya mendapatkan juara.

Jujur saya sering keluar kelas, saya sering dinasihati oleh guru karena saya jarang masuk kelas dan jarang mengerjakan tugas. Jujur, saya memang lebih suka belajar secara praktik dari pada belajar di kelas yang monoton. Akan tetapi saya juga akan mencoba membuktikan kalau saya bisa menjadi lebih baik dan bisa membanggakan madrasah ini. Pada lomba menulis bulan ini, untuk pertama kalinya saya mengikuti lomba menulis. Semoga di awal saya mengikuti lomba ini saya bisa menang dan mendapatkan juara.

Kemarin lusa, tepatnya pada tanggal 7 September 2022 telah dilaksanakan seminar literasi di madrasahku. Saya ditunjuk untuk mengikuti seminar literasi tersebut tetapi saya mager. Entah kenapa saya malas untuk menghadiri acara tersebut. Saya menyesal tidak mengikuti seminar itu karena saya banyak melewatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Padahal kata teman-teman yang disampaikan adalah sebuah motivasi yang membuat kita semangat akan menulis dan berkarya.

Saya mulai berpikir bahwa menulis itu ternyata banyak manfaatnya. Di antaranya adalah untuk meningkatkan kreatifvitas, memperkuat daya ingat, menjadikan hidup lebih produktif, menjadi media belajar yang baik, dan meningkatkan kemampuan dalam berbahasa dengan baik. Menulis sekilas terlihat sangat mudah. Begitu dipraktekkan, ternyata sulit juga. Penulis harus paham betul apa tujuan dia menulis sehingga, pesan yang akan disampaikan melalui tulisan akan tersusun rapi dan tidak menjadi biasa. Semoga tulisan perdana saya ini bisa lolos seleksi.

BIODATA PENULIS

Halo sahabat Sasisabu se-Nusantara! Perkenalkan nama saya Muhammad Ibra Tarana. Saya adalah Seorang pelajar yang duduk di bangku kelas 9 Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Jember. Hobi saya Hunting Kereta, Tournament Game, dan Pramuka. Jika kalian ingin berkenalan, bisa hubungi saya melalui ;

Instagram: @katayucan_

Tiktok: YucanKanaeru`

e-mail: wawaayucan32@gmail.com

Leave a Reply