CINTA LITERASI BERBUAH PRESTASI SETIAP HARI

oleh : Ririn Suistyowati.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya wajahku akan muncul di flyer/media digital madrasah bersama 7 teman guru dan 22 siswa , semua karena keikutsertaan kami pada lomba menulis dan tulisan kami dipilih menjadi juara. Kaget karena semua berawal iseng, mengisi waktu longgar dan kebetulan temanya adalah tentang bullying yang menjadi keseharianku sebagai guru pembimbing/BK.

Menulis,…sebetulnya sudah menjadi karibku sejak kecil. Dulu aku suka sekali mengarang puisi, cerpen, mengisi buku diari/buku harian…dan saat masih SMP beberapa karyaku mengisi buletin sekolah. Ada yang lucu…saat pedekate dengan calon suami kami juga sama-sama sering menyalin pesan singkat kami pada sebuah buku, hasilnya menjadi barang berharga kami dan menambah rasa sayang saat ini (ha..jadi malu).

Saat ini Ibu Hj. Nur Aliyah kepala madrasah kami memang menjadi inspirator yang luar biasa di dunia literasi MTsN 2 Jember. Di tengah kesibukan yang sangat padat beliau masih sempat menuangkan imajinasi, sharing pengalaman, mimpi masa depan dalam karya tulisan. Tentu, ini menjadi cambuk bagi kami para anak buahnya untuk melakukan hal serupa. Dan kamipun pun tanpa disadari memotivasi anak didik kami untuk melatih mereka menuangkan emosi, ide, mimpi dalam bentuk tulisan. Dunia siswa menengah adalah dunia pubertas, dunia dengan perubahan fisik, emosi dan psykis. Gejolak mereka membutuhkan tempat untuk penyaluran. Beragam kegiatan ekstra difasilitasi madrasah, dari yang bersifat fisik(sepakbola, futsal, panahan, dan lain-lain), intelektual(robotic,science, permainan catur dan lain-lain) dan saat ini ada kegiatan literasi/menulis. Mereka bisa menuangkan apa saja sekaligus mengasah kemampuan literasi mereka karena sejatinya literasi adalah tentang menulis, membaca, berhitung, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Untukku pribadi sebetulnya menulis menjadi terapi tersendiri. Aku mengenal betul bagaimana karakterku, sulit untuk mengutarakan sesuatu secara langsung dan di depan umum. Cenderung menyimpan dan kalau harus disampaikan diwakili dengan tulisan atau disampaikan pribadi tanpa keramaian. Menulis menurutku memberi dampak yang luar biasa , menumpahkan emosi ketika marah, sedih, maupun bahagia dan lebih tersalurkan secara positif karena di zaman digital sekarang semua orang bebas menulis di media sosial masing-masing. Dan tanpa pilihan kata yang baik rawan terjadi salah faham, pertengkaran dan berujung pencemaran nama baik, sesuatu yang mudah terjadi saat ini. Tetapi dengan kemampuan literasi yang terasah dengan baik akan lebih terpilih kata yang digunakan.

Bulan ini lomba menulis diadakan kembali dengan tema: Cinta Literasi Berbuah Prestasi. Ibunda kami, ibu Nur Aliyah mensuport kami untuk kembali mengikuti ajang tersebut. Mungkin saat ini tujuanku sudah jauh berbeda. Tidak lagi memiliki tujuan akhir menjadi pemenang, menang adalah bonus. Tapi bagiku dengan rutin menulis akan melatih bahasa yang aku gunakan, menyusun kalimat yang aku sampaikan, bertutur tanpa menyakiti orang lain lebih dari segalanya. Bahasa tidak hanya kepada sesama guru, sesama orangtua, pun juga kepada siswa, orang-orang yang lebih muda, kepada merekapun santun berbahasa harus kita jaga. Prestasi literasi tertinggi adalah menerapkan literasi dalam kehidupan sehari-hari.

SALAM LITERASI

8 SEPTEMBER 2022

Leave a Reply