Sup Kikil Cempaka 03, Penghilang Rasa Sakit

Membaca judul di atas, mungkin Pembaca akan mengernyitkan dahi sesaat. Apa benar sup kikil bisa menghilangkan rasa sakit? Kok rasanya nggak nyambung banget. Biasanya penghilang rasa sakit itu kan obat atau jamu. Lha ini, ada sayur kok sebagai penghilang rasa sakit. Biar nggak penisirin, yuk ikuti kisahnya.

Sup kikil adalah kuliner yang lekat dengan lidah orang Jember khususnya. Enak dan nikmat. Tekstur dagingnya yang lembut dan aromanya begitu menggoda selera. Ada rasa yang khas karena sebelum diolah, kikil sapi atau kambing akan dibakar atau dipanasi terlebih dahulu agar kuku luarnya bisa lepas dari dagingnya. Warung Sup Kikil Cempaka 03 seperti umumnya warung daerah pinggiran kota. Tampilannya sederhana dan tidak banyak menu yang disajikan. Warung tersebut terletak di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Cempaka, dekat perempatan Gebang Tunggul. Di sebelah selatan warung adalah SDN Gebang 01,

Warung Sup Kikil Cempaka 03 belum begitu ramai pengunjungnya. Saat penulis memesan sup pun tidak banyak pelanggan yang datang menikmati kuliner yang menjadi menu favorit di warung sederhana ini. Barangkali Anda bertanya-tanya, mengapa saya mengangkat tulsan ini.

Judul tulisan, “Sup Kikil Cempaka 03, Penghilang Rasa Sakit” sepintas terlihat agak aneh dan terkesan hiperbola. Namun, begitulah faktanya. Dari sisi tampilan, semangkuk sup kikil Cempaka 03 sebenarnya tidak jauh beda dengan sup kikil yang lain. Yang membedakan, selain harganya terjangkau, penjualnya ramah dan letak warungnya strategis. Yang terpenting bisa menghilangkan rasa sakit. Semangkok sop kikil penghilang rasa sakit?

Ceritanya begini, Dear. Suatu hari saya merasakan badan terasa sakit, kepala berat, keringat dingin, tidak punya nafsu makan, hidung terasa gatal dan sedikit mampet. Kata orang-orang, bila mengalami gejala flu seperti itu tidak perlu minum obat. Karena flu bukan penyakit melainkan virus yang menyerang tubuh kita pada saat daya tahan tubuh sedang menurun. Mereka memberi saran agar saya perbanyak makan dan minum. Dengan stamina yang kuat, Insya’allah flu akan sembuh dengan sendirinya. Nah, masalahnya nafsu makan saya sedang menurun dan semua makanan terasa pahit.

Singkat cerita, demi membuktikan ucapan teman-teman, sepulang sekolah saya coba mampir di sebuah warung yang memang satu jalur dan biasa saya lewati setiap berangkat dan pulang bekerja. Tanpa basa-basi, saya langsung memesan satu porsi (sepiring nasi plus semangkuk sup kikil). Setelah makanan tersaji, saya pun berdoa. Lalu, dengan membaca bismillahirrahmanirrahim,sambal, kecap, jeruk nipis, saya masukkan ke dalam mangkok dan saya aduk sampai merata. Kemudian, saya tuangkan kikil dan sedikit kuah ke dalam piring yang berisi nasi. Kuambil sesendok nasi dan kikil yang sudah ada di dalamnya, lalu kumakan. Subhanallah, ucapan reflek dalam batin terucap. Enak dan nikmat. Tanpa terasa seporsi nasi dan semangkuk sup kikil habis tak bersisa. Saking nikmatnya, keringat dingin tak keluar lagi. Badan mulai terasa hangat, hingga akhirnya terasa segar kembali.

Alhamdulillah, tak henti mulut berucap syukur karena makanan satu porsi telah berhasil ludes dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Rasa pahit di lidah pun seakan pergi entah kemana. Racikan bumbu sup kikil yang nikmat, nasi hangat, teh hangat, dan sikap ramah Ibu Hajjah Abdullah seakan menghipnotisku untuk menuntaskan isi piring. Ah, jadi malu sendiri.

Kejadian istimewa ini sengaja saya tulis di sini agar pembaca tergelitik untuk mencicipi sup kikil Cempaka 03. Nggak perlu nunggu sakit ya? Yuk, kita buktikan kelezatan sup kikil dari warung pinggiran kota Jember!

Re-Post : https://www.facebook.com/mediaguruindonesiabaru/abi_sholeh

Leave a Reply