Hadir Sebagai Inspirasi
MTsN 2 Jember
Jember (Humas MTsN 2 Jember) – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai Aula madrasah pagi ini, Jumat (6/2/2026). Dalam kegiatan hari pertama workshop diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran MTsN 2 Jember serta perwakilan 180 guru swasta dari 25 KKM MTsN 2 Jember. Kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 6-7 Februari 2026 dengan rangkaian kegiatan pemberian materi kepada para peserta hari pertama ini selama 4 jam. Keesokan harinya, pada Sabtu (7/2/2026) para peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil modul ajar sesuai materi yang diberikan pada hari pertama dikaitkan dengan kontekstual pendidik.
Kehadiran para guru, kepala dari berbagai latar madrasah, pengawas dan pengurus KKM MTsN 2 Jember pada hari pertama workshop ini menciptakan atmosfer kebersamaan yang kuat di Aula Madrasah. Sebagai bentuk representasi dari upaya Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan bagi guru, “Workshop Integrasi Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Ekoteologi dalam Pembelajaran serta Strategi Menuju Sukses TPA KKMTsN 2 Jember” ini seolah mempertegas peran guru. Komitmen bersama dalam peningkatan mutu pendidikan sebagai tanggung jawab besar. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bersua dan berbagi kisah para pendidik di lingkungan KKM MTsN 2 Jember untuk belajar dan menata kembali makna pembelajaran di madrasah masing-masing. Hari pertama workshop diisi dengan pemberian materi terkait beberapa Kurikulum yang dikembangkan di Indonesia, strategi pembelajaran yang menarik dan bermakna, model pembelajaran, jenis penilaian, dan beberapa tips menguasai kelas.
Kegiatan hari pertama ini diawali dengan sambutan Kepala MTsN 2 Jember (Dr. Nur Aliyah, S.Pd., M.Pd) dalam opening seremonial pukul 08.00 WIB. Dalam sambutannya, Kamad menyampaikan beberapa hal terkait kedisiplinan, manajerial waktu, dan berterima kasih kepada semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Kegiatan Berkelanjutan. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Workshop ini merupakan bagian dari upaya Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan guru, sehingga saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh kedisiplinan dan manajemen waktu yang baik. Semoga melalui workshop ini, para guru memperoleh penguatan wawasan dan strategi pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada peserta didik, serta selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan demi peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan,” ungkap kamad MTsN 2 Jember.
Sebagai pemateri, Dr. Makmun Hidayat, S.Pd., M.Pd. (Widyaiswara BDK Surabaya) hadir jauh-jauh dari Sidoarjo dengan penuh keprofesitidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mengajak peserta berdialog dan merefleksian model, strategi, dan langkah-langkah dalam pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada siswa. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian kognitif, tetapi juga menyentuh sisi afektif dan spiritual peserta didik.
Konsep pembelajaran mendalam disampaikan sebagai jalan untuk membantu siswa memahami makna, bukan sekadar menghafal. Sementara Kurikulum Berbasis Cinta dihadirkan sebagai fondasi relasi yang hangat antara guru dan siswa, di mana empati, keteladanan, dan kepedulian menjadi ruh pembelajaran. Tak kalah menarik, penguatan ekoteologi membuka kesadaran bersama bahwa pendidikan madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Workshop ini juga membekali para guru dengan strategi konkret menuju sukses, sehingga gagasan-gagasan besar yang dibahas tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diterapkan langsung di ruang kelas dan lingkungan madrasah. Meski hadir di tengah ratusan peserta, tetapi semangat narasumber yang kerap disapa Pak Makmun dengan gaya khas berhasil membius ratusan peserta dengan menyelipkan humor yang dikemas apik dan disatukan dengan kejadian riil di sekitarnya. Sebagai Widyaiswara yang dikenal banyak orang, Pak Makmun selalu tampil energik dan penuh inspiratif sehingga dapat menghidupkan semangat menggali ilmu baru bagi para peserta. Senyum yang mengembang dan antusiasme peserta menjadi potret bahwa para guru siap bertransformasi dan menghadapi tantangan zaman. Mereka tidak hanya pulang membawa catatan, tetapi juga semangat baru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih manusiawi, bermakna, dan relevan dengan beragam tantangan di era digitalisasi ini.
Melalui workshop ini, MTsN 2 Jember kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang terus bertumbuh. Pendidikan tidak lagi dipandang sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan menumbuhkan akal, hati, dan kepedulian demi lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan mencintai kehidupan serta lingkungan sekitarnya. (AR)
Memasuki hari kedua, semangat belajar para guru tak sedikit pun surut. Hari ini, Sabtu (7/2/2026), Aula MTsN 2 Jember kembali dipenuhi antusiasme 180 peserta dari seluruh guru MTsN 2 Jember serta perwakilan dari 25 lembaga madrasah di bawah binaan KKM MTsN 2 Jember Dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru secara berkelanjutan, “Workshop Integrasi Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Ekoteologi dalam Pembelajaran serta Strategi Menuju Sukses TPA KKMTsN 2 Jember”. Workshop hari kedua ini digelar penuh kehangatan dan refleksi sejak pukul 08.00 sampai dengan 14.30 WIB.
Narasumber Widyaiswara, Dr. Ma’mun Hidayat, S.Pd., M.Pd., kembali menguatkan kompetensi pedagogik. Tak hanya menyentuh sisi kemanusiaan para pendidik, tetapi juga output yang didapatkan setelah materi juga menjadi perhatiannya. Setelah Pak Makmun memberikan review kepada salah satu peserta guru, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., hadir di tengah-tengah para peserta untuk memberikan pengarahannya.
Sebagai KasiPendma, beliau menegaskan komitmen pemerintah, khususnya Kemenag Kabupaten Jemebr dalam memberikan jaminan kesejahteraan bagi guru di semua jenjang madrasah, sekaligus menyemangati para guru agar tetap istiqamah menjalankan peran mulianya. Lebih dari itu, beliau menitipkan pesan mendalam kepada seluruh peserta workshop. Guru, menurutnya, tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memberikan kasih sayang layaknya kepada anak sendiri, agar peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, percaya diri, dan berkarakter.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti bersama. Semangat peserta tetap terjaga saat mengikuti review materi modul ajar yang telah disusun pada hari pertama. Di sela-sela sesi review, sosok yang akrab disapa Pak Makmun ini kembali memecah suasana dengan mengajak semua peserta mengerjakan soal berisi materi hari pertama dalam platform pembelajaran Kahoot!. Semua peserta yang hadir terpacu semangatnya karena skor pencapaian 5 besar terpampang di depan layar. Setelah didapat para pemenang, beliau kembali memberikan reward kepada peserta. Jika sebelumnya reward diberikan pada peserta yang berhasil presentasi modul pertama, maka kali ini diberikan kepada peserta dengan perolehan poin tertinggi.
Materi hari kedua ini difokuskan pada penguatan modul dan mengupas serba-serbi TKA yang kini menjadi isu hangat di kalangan pelajar dan pendidik. Pak Makmun tak hanya menjelaskan apa itu TKA, tetapi juga menjelaskan tips dan trik menyusun soal TKA yang HOTS agar lebih luas dampaknya, tidak hanya bagi siswa di kelas, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar. Setelah pemberian materi, Pak Makmun memberikan tugas menyusun 3 soal dengan kriteria jenis soal, yaitu Multiple Choice Question (MCC/PG) dan Multiple Choice Multiple Answer (MCMA), dan Pilihan Ganda Kompleks Model Kategori (Categorization) dengan durasi waktu 90 menit. Tugas tersebut dikumpulkan pada pukul 13.30 WIB.
Setelah Shalat Dhuhur, para peserta kembali ke Aula untuk mendapat pembinaan dan pengarahan dari Kepala KanKemenag Jember, Dr. Santoso Yana, S.Ag., M.Pd. Meski acara yang padat, beliau menyempatkan waktu untuk hadir memberikan pembinaan dan pengarahan di tengah peserta workshop. “Saya senang dapat hadir di tengah-tengah para guru hebat dalam pelatihan ini. Saya berharap para peserta ini tidak sekadar menggugurkan kewajiban untuk hadir, tetapi juga menindakalnjuti materi yang disampaikan narasumber dan menerapkannya kepada siswa. Semua materi ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas sebagai bekal hidup bersama masyarakat, mengubah karakter, dan mampu menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Kepala KanKemenag Jember dalam sambutannya. Suasana Aula terdengar riuh, karena tepuk tangan para peserta yang antusias menyambut Pak Santoso.
Kegiatan inti dilanjutkan dengan presentasi soal dari beberapa peserta. Setelah presentasi peserta, narasumber kembali menanggapi sembari menambahkan tips penyusunan soal TKA. Dalam workshop selama 2 hari ini, para peserta mendapat banyak ilmu yang dapat digunakan sebagai media yang dapat bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
Suasana workshop pun berlangsung cair dan dialogis. Diskusi terbuka, saling berbagi pengalaman, hingga tawa ringan mewarnai proses belajar bersama. Para guru tampak menikmati setiap sesi, menyadari bahwa pembelajaran sejatinya adalah proses seumur hidup, bahkan bagi mereka yang setiap hari berdiri di depan kelas.
Workshop hari kedua ini menjadi penguat bahwa MTsN 2 Jember bersama KKM binaannya terus bergerak menuju pendidikan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hangat secara emosional. Dari aula madrasah, para guru pulang membawa bekal ilmu, semangat baru, dan tekad untuk mendidik dengan hati.(AR)
#KementrianSemuaAgama