Meningkatkan Kompetensi dengan Berkarya di Dunia Literasi

You are currently viewing Meningkatkan Kompetensi dengan Berkarya di Dunia Literasi

martisupandi.blogspot.com

Bagi seorang pendidik, meningkatkan kompetensi adalah sebuah tuntutan sepanjang zaman, karena ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen pada pasal 10 ayat 1, disebutkan bahwa ada empat kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik. Kompetensi tersebut adalah kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Seorang pendidik yang kompeten tentunya akan mempunyai integritas terhadap profesinya.

Banyak cara yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk meningkatkan kompetensinya. Beberapa diantaranya adalah dengan melanjutkan kuliah lagi, mengikuti diklat atau workshop, mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), mengikuti kegfiatan short course dan lain-lain. Pada umumnya kegiatan peningkatkan kompetensi ini difasilitasi oleh lembaga pendidikan, namun juga ada seorang pendidik yang secara mandiri mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi. Biasanya secara berkala sebuah sekolah akan mengadakan pelatihan peningkatan kompetensi guru di lembaganya. Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan guru ataupun tuntutan perkembangan kurikulum.Selain aktif dalam mengikuti kegiatan pelatihan, peningkatan kompetensi seorang pendidik juga bisa dilakukan dengan berkarya. Banyak karya yang bisa menunjang peningkatan kompetensi seorang pendidik misalnya: karya seni bisa dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru seni, karya sastra bagi guru bahasa, karya atau produk IT berupa aplikasi bagi guru Informatika dan karya-karya lainnya. Tetapi secara umum, sebuah karya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi semua pendidik adalah karya literasi.

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan membaca dan menulis. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengertian literasi juga mengalami perkembangan. Pengertian literasi tidak hanya terbatas pada kegiatan baca tulis saja. Saat ini seseorang yang tidak update informasi juga termasuk golongan illiterate. Pendidik yang literat adalah sebuah keniscayaan. Untuk menghasilkan generasi penerus yang kritis, visioner dan cakap dalam bidangnya diperlukan seorang pendidik yang kompeten dan literat. Seorang pendidik yang literat akan mengajar dengan metodologi dan materi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Mengapa literasi dapat meningkatkan kompetensi? Menekuni dunia literasi tentu saja akan berkutat dengan berbagai macam buku dan referensi, baik cetak maupun digital. Seorang pendidik dengan passion yang tinggi terhadap literasi, dia akan produktif menghasilkan tulisan dan karya-karya literasi lainnya. Dengan kegiatan menulis, seorang penulis akan membaca terlebih dahulu untuk memperkaya literatur. Membaca untuk menghasilkan sebuah tulisan dengan membaca hanya untuk mendapatkan informasi tentunya membutuhkan energi berfikir yang tidak sama. Kegiatan membaca untuk menghasilkan sebuah tulisan, memerlukan energi dan konsentrasi yang lebih dibandingkan dengan membaca hanya untuk mendapatkan informasi. Dengan pembiasaan membaca intensif dengan tujuan menghasilkan sebuah tulisan, seorang pendidik akan mempunyai wawasan yang luas dan selalu update informasi sehingga secara otomatis akan meningkatkan kecakapannya dalam mengajar. Hal ini akan berbanding lurus dengan kompetensi profesionalnya. Sebuah kompetensi yang mencakup penguasaan materi dan substansi keilmuan sesuai dengan bidangnya. Semakin intens seorang pendidik berkarya dalam literasi, akan semakin terasah kemampuan berfikirnya dalam mengemban profesinya.

Salam Literasi.

Tegalgede, 15 Januari 2023

Leave a Reply