Jadi Juara itu ‘Abot Sanggane’

Jadi Juara itu 'Abot Sanggane'

Mendapatkan anugerah penghargaan sebagai Madrasah Model Literasi Tingkat Nasional tentu sangat menggembirakan. Akan tetapi, di balik itu ada tantangan yang cukup mendebarkan. Prestasi yang telah kami raih ini memiliki konsekuensi tanggung jawab yang cukup besar. Minimal kami harus bisa mempertahankan dan idealnya tentu harus lebih baik daripada hari-hari sebelumnya.

Menebarkan virus-virus literasi di madrasah tak dapat dilakukan seorang sendiri. Harus ada sinergi yang kuat dan harmonis antar warga madrasah, baik itu guru, karyawan, maupun siswa. Hal yang tak kalah pentingnya adalah menyusun strategi yang cantik agar anak tidak merasa diperintah, melainkan dengan kesadaran sendiri mereka mau berjuang dengan pena. Membuat anak cinta menulis dan membaca juga membutuhkan sentuhan kasih sayang. Jika mengajari siswa hanya dengan cara “mentahan” pasti hasilnya tidak akan memuaskan.

Tutor sebaya merupakan salah satu alternatif cara yang bisa diterapkan untuk membumikan literasi di bumi madrasah. Kebetulan hari ini saya ada jadwal mengajar di kelas 7H, kelasnya sang juara. Saya kolaborasikan kelas ini dengan kelas yang hanya memiliki satu penulis. Mereka berbaur dan ngopi (ngobrol pintar) membahas naskah lomba bulan ini. Semoga cara ini bermanfaat untuk lebih membahanakan gaung literasi khususnya di Bumi Martsanda tercinta. Madrasah hebat, madrasah bermartabat. MTs Negeri 2 Jember is the best.

***

Kampung Asa, 17 November 2022

Leave a Reply