Seblak Favoritku, Enak Lho!

Oleh: Zukhrufin Nada Sabiila Hayuni.

Seblak adalah makanan favoritku.  Seminggu saja nggak makan seblak rasanya sudah rindu. Kalau sudah rindu, obatnya tentu harus bertemu. Eh, membeli maksudku. Aku sering membeli Seblak di Dira Pontang, Ambulu. Kadang-kadang, kalau sedang menginap di Jember, aku memesan seblak di dekat rumah, di Perumahan Istana Tegal Besar.

Aku suka seblak karena rasanya enak. Apalagi jika pedasnya pakai banget. Hm, nikmat sekali Besty.. Apalagi kalau makannya di saat hujan turun. Kondisi yang dingin disandingkan dengan makanan yang hangat, berasa enak di badan. Dingin-dingin empuk, gitu lho. Jauh lebih enak lagi kalau makannya keroyokan sama para sahabatku. Karena satu porsi seblak itu lumayan banyak. Jika dimakan sendiri bisa jadi nek. Biasanya, jika beli seblak, satu porsi kumakan berdua. Kadang dengan Mbak Ayu jika dia pas pulang dari pondoknya. Kadang dengan sepupuku, Mbak Dea yang tubuhnya lumayan gendut. Kalau aku sih imut-imut, Besty.

Oh ya, Besty. Liburan kemarin aku kan ikut Holiday English Program (HEP) yang diselenggarakan oleh madrasahku di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Waktu pertama kali datang, rasanya nggak betah blas. Pengen banget cepet pulang. Sudah tempatnya sepi, masuk gang lagi. Mana kamarnya nggak pakai kipas. Panas banget jadinya. Aku dan teman-teman yang cewek sempat uring-uringan. “Benar-benar nggak sesuai dengan ekspektasi!” Begitu kata salah satu temanku.

Malam harinya, langsung ada pembekalan. Ih, bikin tambah sewot. Lha wong lelahnya aja belum hilang lha kok sudah dikasih materi. Tega amat, Amat aja lho nggak tegaan. Besok paginya langsung pelajaran dimulai. Sore dan malam juga. Begitu setiap hari. Anehnya, kok aku mulai betah ya? Teman-teman kayaknya juga begitu. Dari nggak betah berubah jadi betah. Ih, jadi malu sendiri. Semakin hari semakin seru kegiatan di sana dan aku merasa tidak mempunyai beban. Always enjoy.

Besty, setelah usai materi, aku dan kawan-kawan sering kulineran di sekitar camp. Padahal sebenarnya kami sudah mendapatkan jatah makan 3 kali sehari. Biar nggak bosan ya, kami berusaha cari makan di luar. Tentu saja yang pertama kucari adalah warung seblak dan yang pasti seblak dengan level pedas yang tinggi semisal 4,5, atau 6. Hm, sampai ndower deh pedasnya. Sesekali saja, ketika sedang mager (malas gerak)  kami pesan pakai jasa gofood. Biasanya aku memesan seblak dengan toping ceker, sosis, dan bakso.

Besty, tahukah kalian jika makanan di Kampung Inggris  itu enak-enak banget? Seblaknya, apalagi. Oh, ya Besty. Aku dan kawan-kawan cari makannya itu pakai sepeda lho. Seru banget!  Tapi sayangnya aku cuman ngrental  3 hari. Selebihnya aku pinjam ke teman-teman. Setelah mendapatkan makanan itu, kadang aku nggak langsung pulang. Kami muter-muter dulu. Biasalah, cari angin segar istilahnya. Namanya juga remaja. Setelah ngerasa capek, barulah aku dan para Bestyku pulang ke kandang eh, ke penginapan maksudnya. Usai menaruh sepeda, kami naik ke kamar kami yang berada di lantai dua. Sampai di sini dulu ya, ceritaku. Maaf, aku mau makan seblak dulu.Sampai bertemu di episode berikutnya. See you, Besty. Da…

***

Bumi Martsanda, 18 Juli 2022

BIODATA PENULIS

Hai, sahabat Nusantara. Perkenalkan namaku Zukhrufin Nada Sabiila Hayuni atau biasa dipanggil Nada. Aku  adalah siswa kelas 9 MTs Negeri 2 Jember. Selain hobi jeprat-jepret, aku juga suka wisata dan kulineran. Bila kalian ingin kenalan, bisa hubungi aku via

Instagram: bil.aaaaxry_

Email: zukhrufinndaa@gmail.com

Leave a Reply